Maafkan Aku atas kesalahan ini
Dear you ...
Disaat semuanya berhenti aku tidak bisa berbuat apa-apa. aku mengakui sebuah kesalahan .
saat semuanya tidak mempercayaiku lagi aku sangat terpukul, aku jahat, aku tega tapi ketahuilah sebenarnya aku tidak seperti itu, masih ada sisi baikku yaitu sebenci-bencinya aku kekamu , sekesal-kesal aku ke kamu, semarah-marah aku ke kamu tidak ada yang bisa mengalahkan rasa sayang aku ke kamu ..
Semua sudah beda keadaannya. ibarat burung sayap aku sudah patah satu. tidak sempurna karena cacat, mungkin itu yang bisa aku gambarkan tanpa kamu .
Aku meminta ampun kepada Tuhan. Aku selalu bawa-bawa namanya disaat aku berbuat kesalahan dan disaat aku ingin meyakinkan, maafkan aku Tuhan .
For you : Sekarang' aku mulai menceritakan tentangmu kepada sang pembolak-balik hati,kutitipkan hati dan harapanku kepadanya. Lalu kusebutkan namamu di tiap doa dalam hari-hariku dan tak ada satupun doa yang memohonkan agar aku bisa memilikimu, semua doaku tidak lain senantiasa dan selalu..
Agar kau mememukan kebahagiaan dalam hidupmu .
Seperti itulah aku mencintaimu :)
Tuesday, October 16, 2012
Thursday, October 11, 2012
When Only I Survive
Semoga Aku bisa melewatkannya
Ada rasa sedih saat melihatmu bahagia. Bukan karena aku tidak ingin kamu bahagia, melainkan karena bukan aku yang membahagiakanmu. Itu menyakitkan, seperti pukulan yang sebenarnya ingin buatku tersadar. Mungkin ini waktu untuk aku terpuruk, supaya aku dapat melihat Tuhan memakai kenangan ini untuk buatku dipenuhi kesiapan, sehingga doa dapat melahirkan semangat dan kemudian buatku bangkit.
Namun ketahuilah sebelum aku sudah tak lagi mencintaimu, ini darahku mengalir membawa bayang-bayangmu mengelilingi tubuhku dan jantungku berdenting demi kau menari-nari di pikiranku.
Ada satu hal yang sampai hari ini masih membuat aku bangga yaitu kamu, karena kamu mampu terima aku apa adanya. Aku meminta ampun kepada Tuhan, sebab aku pernah berharap kalau suatu saat, ketika angin menghempasku hilang dari daya ingatmu, aku ingin tak pernah lagi menginjak bumi. Sebab hidup jadi terasa bagaikan dinding yang dingin. Aku harus menjadi paku, sebab kamu bagai lukisan dan cinta itu palunya. Memukul aku, memukul aku dan memukul aku sampai aku benar-benar menancap kuat.
Pada akhirnya, semoga, tidak kamu lagi yang aku lihat sebagai satu-satunya cahaya di dalam pejamku sebelum pulas. Amin.
Ada rasa sedih saat melihatmu bahagia. Bukan karena aku tidak ingin kamu bahagia, melainkan karena bukan aku yang membahagiakanmu. Itu menyakitkan, seperti pukulan yang sebenarnya ingin buatku tersadar. Mungkin ini waktu untuk aku terpuruk, supaya aku dapat melihat Tuhan memakai kenangan ini untuk buatku dipenuhi kesiapan, sehingga doa dapat melahirkan semangat dan kemudian buatku bangkit.
Namun ketahuilah sebelum aku sudah tak lagi mencintaimu, ini darahku mengalir membawa bayang-bayangmu mengelilingi tubuhku dan jantungku berdenting demi kau menari-nari di pikiranku.
Ada satu hal yang sampai hari ini masih membuat aku bangga yaitu kamu, karena kamu mampu terima aku apa adanya. Aku meminta ampun kepada Tuhan, sebab aku pernah berharap kalau suatu saat, ketika angin menghempasku hilang dari daya ingatmu, aku ingin tak pernah lagi menginjak bumi. Sebab hidup jadi terasa bagaikan dinding yang dingin. Aku harus menjadi paku, sebab kamu bagai lukisan dan cinta itu palunya. Memukul aku, memukul aku dan memukul aku sampai aku benar-benar menancap kuat.
Pada akhirnya, semoga, tidak kamu lagi yang aku lihat sebagai satu-satunya cahaya di dalam pejamku sebelum pulas. Amin.
Subscribe to:
Posts (Atom)
